diposkan pada : 11-12-2020 18:04:29

Dilihat : 53 kali

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi adalah salah satu menteri yang sibuk belakangan ini. Pandemi Covid-19 membuat Menlu Retno rajin bekerja sama dengan berbagai negara. Tidak hanya dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, tetapi dengan negara-negara di belahan dunia lain.

Bahkan di tengah perebutan pengaruh antara China dan Amerika Serikat, Menlu menjadi salah satu pihak yang meminta kedua negara besar tersebut untuk menemukan titik temu. Dengan bahasa diplomatiknya, Menteri Luar Negeri Retno sempat menyinggung pentingnya kerja sama di tengah pandemi Covid-19, bukan politisasi yang mengarah pada non-kerja sama.

Saat ini, saat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menginjak usia 75 tahun, Menteri Luar Negeri Retno masih disibukkan dengan kegiatannya.

Pagi harinya, Menlu berada di Indonesia, salah menyampaikan pidato di HUT ke-75 Kementerian Luar Negeri

Setelah itu, Menlu dengan berani membuka KBRI di Gedung Baru Phnom Penh. Pada kesempatan yang sama, Menlu RI juga meresmikan gedung baru KRI Tawau di Malaysia.

Tak hanya itu, aktivitas Menlu Retno di hari ulang tahun Kementerian Luar Negeri. Akun twitter Menlu Retno pada pukul 19.27, Rabu 19 Agustus 2020, menunjukkan dirinya sudah berada di China.

"Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia @erickthohir dan saya tiba di Sanya untuk pembicaraan bilateral dengan Anggota Dewan Negara / Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (19/08)," tweet Menteri Luar Negeri Retno di @Menlu_RI Akun.

Menurut Wikipedia, Sanya adalah nama kota yang terletak di provinsi paling selatan Hainan, dan merupakan salah satu dari empat kota setingkat prefektur di Provinsi Hainan, di Cina tenggara. Menurut Sensus 2010, populasi Sanya adalah 685.408, tinggal di area seluas 1.919,58 kilometer persegi.

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi terkait agenda kunjungan Menlu Retno dan Menteri BUMN ke Sanya, China.

“Penjelasannya akan disampaikan tepat waktu,” demikian penjelasan singkat Kemlu dalam grup wartawan WhatsApp yang meliput kegiatan Kementerian Luar Negeri.

Peresmian gedung baru KBRI Phnom Penh ini merupakan salah satu kado dalam rangka HUT Kementerian Luar Negeri RI. Berdasarkan keterangan resmi KBRI Phnom Penh, Gedung Baru permanen KBRI menandai lebih dari 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Kamboja.

"Peresmian gedung baru ini dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi, bersamaan dengan HUT ke-75 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia," jelas penjelasan tertulis Kedutaan Besar Indonesia di Phnom Penh.

Selain staf rumah tangga, pegawai lokal dan guru BIPA, serta ibu-ibu DWP, pelantikan disaksikan oleh perwakilan Indonesia yang berada di luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Menlu RI juga meresmikan gedung baru KRI Tawau di Malaysia.

“Dari waktu ke waktu, kami berusaha membeli gedung baru untuk mendukung diplomasi. Pembelian jangka panjang akan membantu memberikan biaya sewa gedung. Selamat kepada KBRI Phnom Penh dan KRI Tawau,” ujar Menlu Retno saat pelantikan.

Kantor KBRI yang baru terdiri dari 2 gedung dengan lantai 2 dan 3, terletak di lokasi yang strategis, yaitu berseberangan dengan Norodom Sihanouk Memorial atau Patung Raja Sihanouk yang merupakan salah satu ikon kota Phnom Penh.

Pada masanya, Romo Norodom Sihanouk Raja adalah rekan seperjuangan Presiden Soekarno.

Gedung baru KBRI Phnom Penh dirancang dengan konsep Smart Embassy yang ramah layanan, memiliki open office dengan wifi, aplikasi less plastic dan paper, serta penggunaan beberapa solar panel untuk memberi energi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semuanya, mulai dari penyapu dan kebersihan, hingga kepada pimpinan kanselir yang telah membantu dalam proses pemindahan gedung baru ini,” ujar Dubes RI Sudirman Haseng.

“Kita bisa menyaksikan gotong royong sehingga hari ini kita bisa melihat KBRI mana yang maksimal untuk kita bekerja dengan serius, tapi juga santai,” ujarnya.

Selain pelantikan secara online oleh Menlu RI, Wakil Perdana Menteri / Menlu dan Kerjasama Internasional Prak Sokhonn, anggota keluarga dan tetangga KBRI Phnom Penh, Putri Norodom Arunrasmy, dan Gubernur Phnom Penh Khoung Sreng, secara terpisah. juga menyampaikan selamat kepada Pemerintah Indonesia.

Selama lebih dari 60 tahun menjalin hubungan diplomatik, Indonesia dan Kamboja telah menikmati kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi dan perdagangan, sosial budaya, dan people-to-people exchange.

"Peresmian gedung baru ini dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi, bersamaan dengan HUT ke-75 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia," jelas penjelasan tertulis Kedutaan Besar Indonesia di Phnom Penh.

Selain staf rumah tangga, pegawai lokal dan guru BIPA, serta ibu-ibu DWP, pelantikan disaksikan oleh perwakilan Indonesia yang berada di luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Menlu RI juga meresmikan gedung baru KRI Tawau di Malaysia.

“Dari waktu ke waktu, kami berusaha membeli gedung baru untuk mendukung diplomasi. Pembelian jangka panjang akan membantu memberikan biaya sewa gedung. Selamat kepada KBRI Phnom Penh dan KRI Tawau,” ujar Menlu Retno saat pelantikan.

Kantor KBRI yang baru terdiri dari 2 gedung dengan lantai 2 dan 3, terletak di lokasi yang strategis, yaitu berseberangan dengan Norodom Sihanouk Memorial atau Patung Raja Sihanouk yang merupakan salah satu ikon kota Phnom Penh.

Pada masanya, Romo Norodom Sihanouk Raja adalah rekan seperjuangan Presiden Soekarno.

Gedung baru KBRI Phnom Penh dirancang dengan konsep Smart Embassy yang ramah layanan, memiliki open office dengan wifi, aplikasi less plastic dan paper, serta penggunaan beberapa solar panel untuk memberi energi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semuanya, mulai dari penyapu dan kebersihan, hingga kepada pimpinan kanselir yang telah membantu dalam proses pemindahan gedung baru ini,” ujar Dubes RI Sudirman Haseng.

“Kita bisa menyaksikan gotong royong sehingga hari ini kita bisa melihat KBRI mana yang maksimal untuk kita bekerja dengan serius, tapi juga santai,” ujarnya.

Selain pelantikan secara online oleh Menlu RI, Wakil Perdana Menteri / Menlu dan Kerjasama Internasional Prak Sokhonn, anggota keluarga dan tetangga KBRI Phnom Penh, Putri Norodom Arunrasmy, dan Gubernur Phnom Penh Khoung Sreng, secara terpisah. juga menyampaikan selamat kepada Pemerintah Indonesia.

Selama lebih dari 60 tahun menjalin hubungan diplomatik, Indonesia dan Kamboja telah menikmati kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi dan perdagangan, sosial budaya, dan people-to-people exchange.

Secara khusus, perdagangan bilateral antara Indonesia dan Kamboja telah meningkat dari 10 persen selama sepuluh tahun terakhir dengan surplus bagi Indonesia lebih dari 80 persen.

Pada 2019, nilai perdagangan kedua negara mencapai US $ 661 juta, meningkat 18 persen dari 2018. Pada periode Januari-Juni 2020, nilai perdagangan mencapai US $ 312,25 juta (meningkat 7,19 persen dari periode yang sama). pada 2019).

Komoditi utama Indonesia ke Kamboja antara lain kendaraan bermotor dan komponennya, elektronik, batubara, dan produk farmasi. Sedangkan komoditas ekspor Kamboja ke Indonesia antara lain pakaian jadi, alas kaki dan hasil pertanian.

Pemulihan Ekonomi Nasional

Dalam kaitan pada peringatan HUT Kemlu, Menlu Retno Marsudi antara lain, meski di masa pandemi, kerja diplomasi tetap berjalan dengan baik.

“Sudah kurang lebih 6 bulan kita mengalami pandemi ini, Alhamdullillah mesin diplomasi kita terus berjalan bahkan sejak kasus Coivd ditemukan di Indonesia,” kata Menlu.

Menlu menyinggung soal evakuasi WNI dari Wuhan sejak awal Februari 2020. Selain itu, hingga 18 Agustus 2020, lebih dari 141 ribu WNI telah dievakuasi dan difasilitasi untuk melakukan pemulangan secara mandiri.

“Lebih dari setengah juta sembako dan alat kesehatan kita telah didistribusikan untuk WNI kita di luar negeri,” kata Menlu.

Menlu juga menggarisbawahi kerja para diplomat sebagai garda terdepan dari berbagai kebutuhan alat kesehatan yang dibutuhkan Indonesia di masa-masa awal pandemi.

“Beberapa titik kritis bisa kita lewati karena kontribusi para diplomat Indonesia. Hingga saat ini kita masih bersama dengan berbagai Kementerian / Lembaga dan stakeholders untuk membantu pengadaan vaksin untuk jangka pendek dan memberikan dukungan penuh untuk pengembangan vaksin dalam negeri atau Red. dan White Vaccine. “Menjelang 2021 itu akan menjadi titik kritis, apakah kita bisa mendapatkan vaksin yang berkualitas baik, aman, dengan harga terjangkau,” kata Menlu.

Selain itu, dengan Menteri BUMN selaku Ketua Pelaksana Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menlu, Menlu RI telah berdiskusi dengan Presiden Jokowi mengenai vaksin, baik bekerjasama dengan pihak asing maupun vaksin nasional.

Terkait perekonomian nasional, Menlu Retno menyinggung kesiapan para diplomat untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Tim khusus yang kita namakan Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi sudah dibentuk di Kementerian Luar Negeri. Sebagian darinya
kebanyakan diplomat muda, lebih spesifiknya kebanyakan diplomat perempuan muda, ”
ujar Menlu.

Menlu Retno juga menyinggung peresmian program kerja sama antara Kementerian Luar Negeri dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk membantu usaha kecil dan menengah.

Di bidang ekonomi, Kementerian Luar Negeri juga telah bekerja sama dengan Kementerian BUMN untuk membawa BUMN Indonesia bersaing di dunia BUMN Go-Global.

“Hal ini kami lakukan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional di tengah kesulitan akibat pandemi dan sebagai bentuk komitmen serta kontribusi diplomasi Indonesia untuk Indonesia tercinta,” ujar Menlu.

Pada saat penulisan, Menteri Luar Negeri Retno dan Menteri BUMN berada di Sanya, China, bersama Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Kami tidak tahu apa yang dibicarakan dan bagaimana hasilnya. Ada baiknya kita menunggu penjelasan dari Kementerian Luar Negeri soal ini.

Semoga perjalanan Menteri Luar Negeri dan Menteri BUMN ke China dapat membuahkan kado manis untuk Kemlu dan untuk Indonesia. Selamat Ulang Tahun Kementerian Luar Negeri!